oleh

Ini 7 Perbedaan Asuransi Konvensional VS Syariah

AnsorNews.com, JAKARTA Industri  peransuransian di Indonesia terus berkembang dengan berbagai macam produk, di tengah potensi pasar yang masih terbuka luas.

Bunga Arsymala, Learning Consultant Allianz, mengatakan jumlah pelanggan polis asuransi di Indonesia terus menunjukan pertumbuhan yang signifikan. Bila pada 2016 jumlah polis baru 5,513, pada tahun 2010 sudah berkembang mencapai 16,330.

“Faktanya, lebih dari 90% masyarakat Indonesia telah mengikuti asuransi,” katanya dalam kursus asuransi dasar yang diselenggarakan oleh Ansoruna Business School di Jakarta.

Tantangannya, kata dia, pemahaman tentang asuransi di kalangan masyarakat industrian masih terbatas.

Dalam kelas yang diikuti oleh 20 peserta kursus, Bunga menjelaskan tujuh perbedaan antara asuransi Konvensional VS Syariah.

  1. Konsep
  • Konvensional ; Perjanjian anatar dua pihak atau lebih, terdapat premi asuransi.
  • Syariah : Sekumpulan orang yang saling membantu, menjamin, dan bekerja sama, terdapat dana tabarru.
  1. Sumber Hukum
  • Konvensional : Bersumber dari pikiran manusia dan kebudayaan
  • Syariah : Bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.
  1. Dewan Pengawas
  • Konvensional : Tidak ada dewan khusus ditugaskan di tiap Asuransi
  • Syariah : Ada, yang berfungsi untuk mengawasi pelaksanaan operasional Perusahaan.
  1. Investasi
  • Konvensional : Bebas melakukan investasi dalam batas-batas ketentuan perundang- undangan.
  • Syariah             : Dapat melakukan investasi sesuai prinsip-prinsip syariah Islam
  1. Biaya Klaim
  • Konvensional : Sumbe biaya klaim adalah dari rekening perusahaan
  • Syariah : Sumber pembayaran klaim dari rekening Tabarru’ dimana peserta saling menanggung satu sama lain.
  1. Konsep Asuransi
  • Konvensional : Menganut konsep akuntansi “accrual basis”
  • Syariah : Menganut konsep akuntansi “cash basis”, mengakui apa yang benar-Benar telah ada.
  1. Misi
  • Konvensional : Secara garis besar Misi utama  dari Asuransi Konvensional adalah Misi  ekonomi da misi social.
  • Syariah : Misi yang diemban dalam Asuransi Syariah adalah : Misi akidah, Misi Ibadah (ta’awun), Misi Iqtishodi (ekonomi), dan Misi pemberdayaan umat (social).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed