Berita Santri

Kombinasi Kebaikan dan Kebenaran Untuk Penguatan Mental & Integritas Itjen Kemenag

  • Sabtu, 28 Oktober 2017 | 09:14
  • / 7 Safar 1439
Kombinasi Kebaikan dan Kebenaran Untuk Penguatan Mental & Integritas Itjen Kemenag

Inspektorat Jenderal Kementeria Agama menyelenggarakan Kegiatan Pembinaan Mental dan Penguatan Integritas Pegawai Itjen Kemenag selama tiga hari dari tanggal 27 Oktober sampai 29 Oktober 2017. Acara yang dibuka langsung oleh Irjen Kemenag Nur Kholis Setiawan ini berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Nur Kholis menekankan akan pentingnya pembinaan mental pegawai atau auditor di lingkungan Itjen Kemenag sebagai unit yang mendapatkan amanah dan memberikan contoh bagi yang lainnya. Sebagai early warning bagi satker yang lain di lingkungan Kemenag, sehingga perlu mengkombinasikan dua hal dalam melaksakan tugas yakni, kebaikan dan kebenaran untuk dapat meraih kebahagiaan.

“Tidak cukup hanya mengandalkan kebenaran tetapi juga naik kelas dengan mengkombinasikan kebaikan dan keindahan,” kata Nur Kholis dalam sambutannya di Bogor, Jumat malam (27/10).

Dalam menyampaikan arahannya ini, Nur Kholis mengutip pesan dari sarah Fatul Muin karya ulama besar yang menjadi guru ulama-ulama nusantara di Indonesia. Tak hanya itu, Nur Kholis juga mengambil nasihat ulama besar pengarang kitab Al Hikam, sebagai rujukan dia untuk mengisi mental jajarannya di lingkungan Itjen Kemenag.

Dalam konteks organisasi Itjen memposisikan diri sebagai earli warning dengan kombinasikan kebaikan dan kebenaran dalam melaksanakan tugas pendampingan dan pengawasan. Untuk memaksimalkan pendampingan dan pengawasan, Itjen mengelompokkan Satuan Kerja kedalam 5 kelompok yakni : kelompok pertama unit pusat , kedua kankemenag baik provinsi maupun dilevel Kab/kota, ketiga Unit Balai Litbang dan Balai diklat ( Unit Asrama Haji ), keempat Perguruan Tinggi Keagamaan, dan kelima satker Madrasah Negeri.

Lebih lanjut Irjen menyampaikan bahwa untuk peningkatan Integritas Itjen perlu melihat kedalam dan melakukan koreksi apakah sudah profesional dalam melakukan audit terhadap satker di lingkungan Kementerian Agama. Oleh sebab itu Itjen akan berusaha untuk meyelengarakan kegiatan character building untuk peningkatan Integritas Itjen .

Terdapat Tiga dimensi yang penting dalam Integritas yakni Kebaikan, Kebenaran, dan Keindahan yang perlu diseimbangkan. Irjen juga berpesan agar dalam melaksanakan pengawasan di lingkungan kemenag , Itjen tidak boleh kehilangan sedikitpun ketegasannya dalam melaksanakan tugas.

Acara tersebut turut hadir ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher yang meyampaikan pesan kepada Inspekorat Jenderal Kemenag agar lebih banyak melakukan pembinaan kepada auditi bukan hanya pemeriksaan pada auditinya. Ali Taher menyampaikan bahwa dalam kerangka birokrasi yang diberikan kepada masyarakat adalah proses. Terdapat 3 Outcome dari Proses birokrasi yakni efesiensi yang dinilai dalam angka-angka, yang kedua efektifitas yang diukur dengan kepuasan masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik dan non fisik, yang ketiga berdampak pada peningkatan kualitas kehidupan manusia. Oleh sebab itu diperlukan sumber daya manusia yang memiliki integritas.

Ketua Komisi VIII ini juga menyampaikan bahwa yang paling diperlukan dalam pengembangan Integritas adalah etika bukan hanya pengetahuan. Integritas merupakan karakter yang kuat yang dimiliki oleh seseorang .

“Jika anda melakukan tugas auditor anda harus bekerja secara professional yakni memeriksa sesuai prosedur , bukan mencari kesalahan tetapi mencoba meluruskan masalah yang ada . Kemenag harus mempertahankan opini WTP dan Itjen adalah Garda terdepan dalam mengawal Kemenag untuk meraih WTP tersebut,” jelasnya.

Ali Taher juga menyampaikan dalam bekerja hendaknya bisa merapkan enam prinsip yakni: Iklas, tekun,sabar, baik sangka, istiqomah dan tawakal.

 

 

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional