Berita Santri

Himpuh Dukung BPKH Buat Virtual Account Jemaah Haji

  • Kamis, 4 Januari 2018 | 12:39
  • / 16 Rabiul Akhir 1439
Himpuh Dukung BPKH Buat Virtual Account Jemaah Haji

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) merencanakan membuat rekening virtual (virtual account) bagi calon jemaah haji Indonesia. Yang mana setiap jamaah haji bisa menerima dan memantau manfaat pengelolaan dana haji secara langsung melalui virtual account tersebut.

Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) mendukung rencana BPKH yang akan membuat virtual account bagi calon jemaah haji. Atas dasar transparansi, akuntabilitas dan berkeadilan.

“Jadi terhadap rencana BPKH akan membuat virtual account untuk para calon jemaah haji reguler itu ya kami mendukung, atas dasar transparansi dan akuntabilitas,” kata Kepala Bidang Haji Himpuh, M Wahyu saat berbincang dengan Majalah Rindu Kabah, Jakarta, Kamis (4/1/2018).

Artinya, jelas dia, agar masyarakat yang telah menyetorkan biaya pendaftaran haji ke Kementerian Agama itu lebih jelas memantau atau melihat uangnya dalam setiap bulan dan tahunnya. Jadi setiap calon jemaah haji reguler dapat melihat dana setorannya berapa mendapatkan bagi hasil dari uang yang telah dikelola oleh BPKH.

“Sehingga dalam perencanaan masing-masing jemaah untuk perkiraan pembiyaan hajinya lebih dapat memastikan menyiapkan keuangannya berapa,” jelas Wahyu.

Kemudian mengenai akuntabilitas, Wahyu melanjutkan, pemerintah dalam hal ini bagaimana bisa menjamin keamanan keberadaan uang calon jemaah haji secara sungguh-sungguh. Negara ikut menjamin karena apabila ada resiko misalnya uang sebagian digunakan untuk pembangunan infrastruktur atau lainnya itu memang aman dan untung penggunaannya. Sebab, uang tersebut merupakan uang umat atau uang calon jemaah haji.

“Jadi akuntabilitas dan tranparansi itu sprti itu, sebenarnya kami di haji khusus, haji khusus ini ada daftar tunggu antrian terhadap setoran awal, haji khusus ini ya diberikan bagi hasilnya, dulu itu ada pandangan dari kami terhadap pengeloalaan dana haji optimalisasi khusus akan diberikan ke organinsasi karena kalau diberikan ke jemaah akan kecil nilainya, alasannya dulu seperti itu karena berupa uang dolar amerika,” terang Wahyu.

“Apapun mau diberikan ke organisasi, jemaah atau apapun tak ada masalah pada prinsipnya. Karena dana optimalisasi itu bisa dimanfaatkan masyarakat yang menabung sendiri atau pihak-pihak yang mengelola perhajian. Yang gak mengelola jangan sampai mengelola, yang gak ada hubungannya dengan urusan haji, ini kan sudah terlalu jauh. Akuntabilitas, transparansi dan berkeadilan. Haji khusus juga ditempatkan proporsinya yang sama,” tutupnya.

Undang-Undang Nomor 34 tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji mengamanatkan kepada BPKH untuk memiliki virtual account. Virtual account akan mencatat saldo setoran awal jamaah ditambah nilai manfaat atau return yang diperoleh dari hasil investasi yang dilakukan BPKH setiap bulan. Saat ini, saldo setoran awal jamaah ditentukan Rp 25 juta.

“Jamaah yang belum berangkat mendapatkan nilai manfaat. Selama ini jamaah kalau sudah setor Rp25 juta (setoran awal) ya sudah, dia tidak tahu informasinya berapa, bunga kan mereka tidak dapat,” ujar Anggota BPKH Anggito Abimanyu kepada awak media di Grand City Convex Surabaya, Jumat (10/11).

Dengan adanya virtual account, pengelolaan dana haji akan lebih terbuka dan transparan di mata publik.

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional