oleh

Ini Pesan-pesan Menag Kepada Auditor Itjen

Jakarta — Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama dalam menjalankan perannya sebagai pemandu, harus menguasai program-program di masing-masing satker yang dipandu agar senantiasa on the track. Guna mencapai hal tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menitipkan 3 (tiga) pesan pada para peserta Lokakarya Pengawasan (Lokwas) 2018 di Bogor.

Menag berpesan agar auditor Itjen memiliki wawasan yang lebih baik dibandingkan dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag yang lain, baik itu wawasan mengenai program-program Kemenag maupun wawasan mengenai pertanggungjawaban dari setiap program.

“Kalau pemandu wawasannya sama dengan yang dipandu, ya sama saja. Apalagi lebih buruk, ke laut saja,” ujar Menag, Senin (08/01).

“Pemandu haruslah orang yang berada pada satu, dua, tiga tingkat di atas ASN satker-satker (satuan kerja) lain. Pertama, dalam hal akan ke mana Kementerian Agama ini berjalan, apa program dan tusi masing-masing satker itu, kedua dalam hal pertanggungjawaban program,” ujar Menag di hadapan 150 orang peserta Lokwas.

Menag juga berpesan agar Itjen sebagai pemandu memiliki jiwa untuk membimbing, menuntun, dan mengayomi, bukan sekedar memberi sanksi dan menghukum.

“Kalaulah terpaksa hukuman diberikan, hukuman yang tidak boleh keluar dari konteks mengayomi dan membimbing. Jadi hukuman itu bukan atas dasar kebencian tapi karena cinta, karena yang dibimbing adalah bagian dari kita, bukan orang lain, tapi bagian dari Kementerian Agama,” kata  Menag Lukman.

“Harus ada rasa cinta kepada satker-satker yang kita bimbing. Tanpa cinta, anda kering, tidak punya makna, tidak ada ruh di situ. Karena kita adalah pemandu, bukan pengawas semata,” tegasnya.

Dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada tanggal 8-10 Januari 2018 ini, Menag juga berharap agar auditor Itjen memiliki kesadaran untuk senantiasa meningkatkan kompetensi.

“Jangan pernah merasa anda sudah sampai pada titik puncak,” ujar Menag.

“Saya berharap ada program-program yang ditujukan untuk mengembangkan kompetensi auditor karena dituntut untuk berada pada satu, dua, tiga tingkat di atas rata-rata wawasan ASN Kemenag yang lainnya,” ujar Menag.

Sebelumnya, Inspektur Jenderal Nur Kholish Setiawan melaporkan bahwa kegiatan Lokakarya Pengawasan (Lokwas) 2018 sebagai kegiatan Kementerian Agama yang pertama kali dihelat pada tahun 2018 ini merupakan forum internal tertinggi di Itjen dalam merumuskan keputusan guna menentukan arah dan kebijakan internal Itjen.

“Keputusan yang dihasilkan nantinya harus dijadikan guidance kita semua dalam melakukan tusi,” ujar Irjen.

Narasumber dalam kegiatan ini antara lain: Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher yang akan memberikan materi mengenai penganggaran, narasumber dari BPKP yang akan memaparkan mengenai strategi meningkatkan IACM capabel level auditor.

Akan hadir juga narasumber dari BPK yang akan menyampaikan terkait informasi-informasi terbaru terkait audit eksternal serta narasumber dari KPK terkait pencegahan tindak pidana korupsi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed