oleh

Istimewanya Kain Sarung Pohon Kurma dari Bursa Sajadah

Kain sarung banyak diminati umat muslim sebagai salah satu perlengkapan untuk menjalankan ibadah sholat di Hari Raya. Tak hanya digunakan untuk melaksakan ibadah sholat, kain sarung juga bisa dijadikan cinderamata untuk teman maupun kerabat. Kain sarung berasal dari Yaman dan telah lama dikenal masyarakat di Indonesia. Kain sarung menjadi ciri khas berbusana khususnya bagi umat muslim untuk pelengkap ibadah sholat.
Selain untuk perlengkapan sholat, kain sarung juga bisa digunakan untuk baju tradisional, pesta pernikahan atau upacara adat. Setiap daerah di Indonesia memiliki kain sarung dengan ciri khas masing-masing baik dari jenis kain tenun, batik maupun celup ikat. Produk kain sarung berbeda-beda di tiap daerah tergantung asimilasi budaya di daerah masing-masing. Seperti tampak adanya pengaruh China di Palembang yang juga terlihat pada hasil kain sarung di daerah tersebut.

Ada banyak jenis kain sarung yang menjadi ciri khas tiap daerah, salah satunya sarung tenun khas Betawi motif kotak-kotak dengan warna lembut. Kain sarung ini biasa dipakai melingkar di leher atau disampirkan di pundak seperti dijumpai di acara adat Betawi. Jenis lain sarung tenun khas Bali yang disebut juga kain poleng. Warnanya terbagi menjadi tiga jenis yaitu rwabhineda (hitam dan putih), sudhamala (putih, abu-abu, hitam), dan tridatu (putih, hitam, merah). Kain sarung jenis ini merupakan bagian dari kehidupan religius umat Hindu di Bali.

Jenis lain sarung sutera Bugis yang berasal dari daerah Majene, Polewali, Wajo dan Soppeng. Yang paling dikenal baik lokal maupun mancanegara yaitu kain dari daerah Wajo dengan corak dan kualitas lebih unggul. Sarung tenun khas Samarinda juga banyak diminati yang terbuat dari benang sutra dan ditenun menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Adapula sarung khas suku Batak atau biasa disebut sarung ulos. Awalnya kain ini dipakai dalam bentuk selendang atau sarung untuk acara resmi atau upacara adat Batak. Warna yang mendominasi merah, hitam dan putih dengan hiasan tenunan dari benang emas dan perak. Jenis sarung lain berasal dari Gresik, Jawa Timur yang terkenal dengan kualitas benangnya yang baik serta kaya motif dan cotak dengan nilai seni yang berciri khas natural berupa motif kembang dan hiasan alam lainnya.

Jenis lain sarung tenun goyor yang diproduksi para pengrajin di desa Troso, Kabupaten Jepara maupun kota lain seperti Pemalang, Magelang, Solo, Sragen, Kediri dan lainnya. Kain sarung Donggala juga banyak dijumpai di sepanjang Limboro, Salu Bomba, Tosale, Towale dan Kolakola di sebalah barat kota Donggala. Kain sarung Donggala memiliki corak beragam.

Pusat oleh-oleh dan perlengkapan haji Bursa Sajadah juga menyediakan kain sarung dengan merek Sarung Pohon Kurma. Ada banyak warna dan varian menarik untuk sarung yang satu ini. Nah, jika Anda tertarik langsung saja chat dengan Customer Service Bursa Sajadah di Customer Service 1, BBM : BSAJADAH. Call/SMS/WA : 081322141666. Email :admin@bursasajadah.com. Atau Customer Service 2. BBM : DA86EC59. Call/SMS/WA : 081214743669. Line : @BursaSajadah (pakai @).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed