oleh

Hadiri Do’a Bersama di Jakut, Ma’ruf Amin Disambut Ribuan Jamaah Kenakan Topeng

JAKARTA – Cawapres nomor urut 01 KH. Ma’ruf Amin menghadiri Do’a bersama dan deklarasi dukungan dari Keluarga Syekhona Kholil Bangkalan untuk pasangan Jokowi-Maruf Amin di Kodja, Jakarta Utara. Kehadirannya disambut ribuan Jamaah Ibu-ibu yang mengenakan topeng foto wajahnya.

Orator kegiatan KH. Misbahul Munir mengatakan, dipakainya topeng foto Ma’ruf Amin oleh jamaah merupakan ungkapan kebanggaan pada Ma’ruf. Menurutnya, ini juga bentuk nyata dukungan untuk Ma’ruf Amin.

“Pemakaian topeng foto wajah Kiai adalah sebagai bentuk nyata dukungan dan kecintaan kami pada kiai. Semoga Kiai menang di Pilpres tahun ini,” ungkap KH. Misbah di lokasi acara di halaman rumah Tokoh Madura, Haji M. Rawi di Jl cipeucang 2 No.7 RT 004 RW 12 kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Smentara, dalam sambutannya, cicit KH. Kholil Bangkalan KH. Nasih Asschol menegaskan bahwa kemenangan paslon 01 adalah harga mati. Menurutnya, hal itu untuk menjaga Indonesia tetap dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Kemenangan KH. Ma’ruf Amin sebagai Wakil Presiden adalah harga mati. Kami memyerukan kepada seluruh Alumni dan murid-murid Syaikhona untuk mendukung Kiai,” tegas Makki Nasir.

Menurut KH. Nasih, Keluarga Syaikhona Kholil tidak hanya berbicara tentang Bangkalan, Sampang Madura. Tetapi semua sumber daya yang dimiliki akan digerakan secara maksimal agar 2019 yang terpilih adalah Jokowi Amin.

“Kami (Bani Kholil) mempunyai pandangan bahwa  Pilpres tahun ini beda dengan Pilpres sebelumnya. Kalau Pilpres sebelumnya hanya pergantian presiden, hari ini yang dipertaruhkan adalah Ideologi, persatuan dan martabat NKRI,” imbuhnya.

Hadir pada acara do’a bersama dan deklarasi ini KH. Ma’ruf Amin, Ketua IKAMA H.M. Rawi,  KH. Misbahul Munir (Lembaga Dakwah NU) KH Kholil Nafis (Jombang), H Zaini Sidi (Tokoh Kota Bekasi), KH Ali Kholil (Pengasuh ponpes Syaikhona Kholil Kaltim), H Hamzah Haz, RKH Abd Latif Amin Imron (Bupati Bangkalan). Serta 10.000 jamaah yang didominasi santri alumni pondok Pesantren Syekhona Kholil.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed