oleh

Perjalanan Madinah-Makkah Jamaah Multazam Utama Tour

MAKKAH — Setelah kurang lebih 4 hari jamaah umrah Multazam Utama Tour menjalankan ibadah di Madinah, Kota Nabi SAW. Kini saatnya, jamaah sebanyak 90 orang menuju Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah Umrah.

Sebelum melakukan perjalanan, para jamaah terlebih dahulu membaca Doa Safar yang dipimpin langsung oleh pembimbing Multazam Utama Tour, Ustadz Imam.

“Kita berdoa agar perjalanan Madinah sampai Makkah selalu disertakan rahmat-Nya sehingga penuh kelancaran maupun kebarokahan,” ucap Ustadz Imam kepada para jamaah yang sudah duduk di kursi kendaraan.

Kemudian, Ustadz Imam membacakan doa Safar yang diikuti oleh para jamaah umrah Multazam.

Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, subhaanalladzii sakhoro lanaa haadzaa wa maa kunnaa lahu muqriniin wa innaa ilaa Robbinaa lamungkolibuun, Allaahumma innaa nasaluka fii safarinaa haadzaa al-Birro wa at-Taqwaa, wa minal’amali maa tardhaa, Allaahumma hawwin ‘alainaa safaronaa haadzaa, wathwi ‘annaa bu’dahu, Allaahumma antasshôhibu fii as-safari, wa al-Kholiifatu fii al-Ahli, Allaahumma innii a’uudzubika min wa’tsaai as-Safari wa kaaabatil manzhori wa suuil munqolabi fii al-Maali wa al-Ahli. (Wa idzaa roja’a qôlahunna wa zaada) aayibuuna taaibuuna ‘aabiduuna lirobbinaa haamiduun.

Dalam perjalanan, Ustadz Imam memberikan penjelasan tentang tempat-tempat miqot untuk menjalankan ibadah haji dan umrah.

“Rasulullah SAW telah menetapkan 4 tempat miqat untuk jamaah haji dan umroh, Dhul Hulaifah adalah tempat miqotnya ahli Madinah. Dan bagi para penduduk Syam atau wilayah Suriah, Juhfah adalah tempat miqat bagi mereka. Masjid Yalamlam ini digunakan untuk tempat miqot bagi penduduk Yaman. Qarnul Manazil bagi penduduk Makkah,” papar Ustadz Imam.

“Termasuk kita orang Indonesia menghendaki umroh, yang datang dulu ke Madinah miqotnya yaitu ahli Madinah yaitu Dhul Hulaifah,” lanjutnya.

Dhal Hulaifah juga dikenal dengan nama Masjid Bir Ali, jaraknya sekitar 15 hingga 20 menit dari kota Madinah dengan menggunakan kendaraan.

Selanjutnya, Ustadz Imam menjelaskan kepada para jamaah terkait dengan keutamaan orang yang menjalankan ibadah umrah.

“Keistimewaan orang menjalankan umrah sedikitnya ada tiga. Pertama yaitu ketika berdoa kepada Allah, Allah akan memberi, mengabulkan permintaan Bapak dan Ibu. Kedua yaitu umroh yang satu dengan yang lain menghapus dosa, diampuni dosa-dosanya, ketiga yaitu menghilangkan kefakiran,” ucap Ustadz Imam.

Lebih lanjut, Ustadz juga menceritakan bahwa saat mengucapkan kalimat talbiyah maka saat itu juga para jamaah menjadi tamu Allah.

“Larangan tidak boleh dilanggar, diantaranya fasek/ bersenggama, berkata kotor, tidak boleh berbantah-bantahan, memotong kuku, rambut, menikah, menjadi wali, menjadi saksi, pakai wewangian, tidak boleh pake surban/ topi, tidak boleh pakai kaos, pake celana, muzah/sepatu yang terbuat dari kulit yang menutupi mata kaki, dilarang mengganggu hewan, mencabut rumput,” terang Ustadz Imam.

Sesampai di Dhul Hulaifah, para jamaah melaksanakan sholat sunnah dua rakaat dan dilanjutkan dengan mengucapkan niat umrah.

Setelah miqot, para jamaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah. Di dalam perjalanan para jamaah dengan khusyu mengucapkan kalimat talbiyah.

Disepanjang perjalanan, jamaah umrah Multazam Utama Tour menyaksikan pemandangan yang begitu menakjubkan, di mana perjalanan ini menempuh perjalanan panjang membelah padang pasir dan hamparan batu-batu yang nyaris sama ukurannya. Hampir semua bukit tidak satupun ditumbuhi pohon yang terlihat hanyalah batu. Tapi sesekali kita bisa melihat rimbunan pohon di kaki-kaki bukit atau di daerah yang datar.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed