oleh

17 Strategi dari Komunikonten Agar Para Caleg 2019 Menang Lewat Medsos

Pemilu 2019  berbeda dengan 2014 karena bersamaan dengan Pemilihan Presiden. Sehingga konten media, percakapan di medsos maupun di darat lebih mendominasi tentang Pilpres. Faktor debat Pilpres, pengumuman berbagai survei, gerakan darat, aktivitas akun medsos Jokowi, Maruf Amin, Prabowo, Sandiaga beserta tim keduanya ikut mengurangi pembicaraan warga tentang siapa saja Caleg di daerah mereka yang pantas dipilih.

Pengamat media sosial dari Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) Hariqo Wibawa Satria mengatakan, apabila Komunikonten menemukan masyarakat yang mengatakan mengatakan, “Terserahlah siapapun calegnya yang penting presidennya sesuai pilihan kami”. Ditegaskan Hariqo, fenomena seperti ini menurutnya berbahaya, karena legislatif sangat penting dalam sistem demokrasi. Namun ungkapan masyarakat itu dapat dilihat sebagai ekspresi kebingungan mereka untuk memilih sosok yang tepat diantara ribuan nama Caleg.

“Sejak ada Indonesia, inilah pertama kali kita mengadakan pemilihan serentak atau pemilu lima kotak seperti ini. Sebab itu wajar jika ada Caleg atau Parpol yang kebingungan menentukan strategi komunikasi untuk mengenalkan Calegnya. Data Google Consumer tahun 2017 menunjukan 89 persen orang Indonesia mengakes internet lewat smartphone. Karenanya jalan terbaik untuk menghadirkan Caleg di telepon genggam setiap pemilih adalah dengan mengelola media sosial dengan efektif,” lanjut Hariqo Wibawa Satria di kantor Komunikonten, di Jl. Jahe No.23, Beji, Kota Depok, Jawa Barat , Rabu, (27/03/2019).

Berikut rumusan dari  Komunikonten yang merupakan konsultan media sosial terbesar di Indonesia terkait 17 TIPS SUKSES MEMANFAATKAN MEDSOS UNTUK PARA CALEG JELANG PEMILU 17 APRIL 2019. Harapannya, tips ini bisa bermanfaat untuk para Caleg di seluruh Indonesia:

1. Buat kalender medsos. Persiapkan konten apa saja yang akan disampaikan di medsos sejak hari ini hingga hari pemilihan nanti. Konten yang anda unggah di hari-hari terakhir ini sangat menentukan.

2. Cek keluhan warga di medsos, pilih beberapa masalah yang bisa langsung anda selesaikan. Jangan menunggu jadi anggota legislatif dulu baru berkontribusi.

3. Tingkatkan jumlah postingan harian. Misalnya FB: 3 kali, IG: 3 kali, twitter: 5 kali, youtube: 2 kali, whatsapp, email, dan saluran lainnya. Persiapkan tim kecil antara 2-3 orang. Tidak mungkin anda tidak punya orang sejumlah itu.

4. Kemungkinan besar pencoblos anda adalah mereka yang postingannya anda respon dengan share, comment, like, love, retweet. Perbanyak membalas komentar warga, tingkatkan interaksi di medsos.

5. Perbanyak siaran langsung aktivitas darat anda lewat medsos.

6. Respon situasi dengan tulus, misalnya musibah di beberapa daerah, teroris Australia di Selandia Baru, kelahiran, kematian, ulang tahun dan pernikahan warga. Buat poster, tapi jangan cantumkan no urut pencalegan di poster tersebut, itu menunjukan empati digital anda kurang, kepentingan anda banyak.

7. Jangan terus menerus mengunggah postingan bernada “coblos saya”, cukup di foto profil anda saja. Sementara isi postingan haruslah titik temu antara tujuan anda dan harapan masyarakat.

8. Buat konten yang meningkatkan partisipasi warganet, seperti mengajukan pertanyaan, permintaan saran, jajak pendapat, menawarkan solusi, dll. Jangan monolog. Sesibuk apapun, luangkan waktu menulis walau 2 hingga 3 paragraph, apalagi anda caleg muda.

9. Hapus konten tidak layak dan tidak penting di medsos anda.

10. Pahami pemilih anda dengan mempelajari unggahan mereka. Pahami data dasar dapil (jumlah penduduk miskin, jumlah sekolah rusak, dll). Pahami bukan sekadar hafal.

11. Adakan pertemuan pengguna medsos, posisikan anda sebagai pendengar. Mendatangi mereka lebih disarankan, ketimbang mengundang.

12. Citra yang anda bangun di medsos jangan beda jauh dengan aslinya. Gawat jika di medsos anda terlihat keren dengan banyak poster kutipan, tapi aslinya beda.

13. Maksimalkan influencer, key opinion leader bukan buzzer. Jangan bergantung dengan alat monitoring medsos berbayar mahal, anda bisa kreatif menggunakan yang gratisan. monitoring manual wajib anda lakukan.

14. Empat hari jelang pencoblosan ingatkan pemilih ke TPS, atau kirim pesan lewat email, whatsapp, medsos secara khusus. Pastikan anda punya DATA.

15. Jangan membeli pemilih, melobi KPU, Bawaslu, dll. Ibarat sepakbola jika anda menyuap penonton, wasit, maka anda merusak sistem, bahkan seluruh citra yang anda bangun di medsos akan hancur.

16. Apapun hasilnya, terpilih atau tidak, anda wajib mengucakan terima kasih kepada pengguna medsos. Sampaikan “program dan janji yang saya rencanakan akan saya sampaikan kepada teman-teman caleg yang terpilih”.

17. Jika gagal, jangan meminta kembali kipas angin, karpet, kompor, payung, tenda yang anda sumbangkan ke warga, karena itu akan viral dan abadi di medsos sehingga menyulitkan anda untuk pencalegan tahun 2024.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed