oleh

Produksi Hoaks oleh Tim 02 Terindikasi Masif, Sistematis, Terstruktur dan Rapi

Ketua Umum Santri Online Indonesia (SOI) Imam Nur Hidayat menilai ada indikasi tim pemenangan 02 untuk pasangan Prabowo Subianto dan Sandi, dalam memproduksi hoaks cukup masif, sistematis, terstruktur dan rapi. Dikatakan, ia mengaku prihatin terhadap kandidat 02 atas perilaku buruk sejumlah oknum dari tim suksesnya.

Imam menjelaskan, produksi hoaks terasa kuat sekali dari pra pilpres, saat pilpres, hingga pasca pilpres. Ia menggambarkan seperti hoaks pra pilpres yang dilakukan oleh punggawa timses 02 Ratna Sarumpaet. Termasuk kasus penyebaran hoaks surat suara tercoblos yang menyerang KPU Sumut dan Medan oleh simpatisan 02, serta hoaks-hoaks lainnya.

Dijelaskan Imam, sebelum hoaks ini terpecahkan, isu ini cukup liar dan mendapat respon super tak lazim. Hampir seluruh punggawa timses sangat aktif, kreatif, dan masif menebarkan hoaks tersebut.

Lanjut Imam, mulai dari sejumlah petinggi partai politik seperti Fadhli Zon, akademisi Prof. Amin Rais, politisi yang sangat populer di publik Fahri Hamzah, novelis Indonesia yang juga seorang dokter, sejumlah ustadz kondang dan tokoh nasional lainnya cukup progresif, masif dan kreatif menyebarkan hoaks yang dimulai dari Ratna Sarumpaet.

“Masyarakat, umat, merata seluruh penjuru nusantara emosi, menaruh kebencian terhadap Presiden Jokowi akibat hoaks yang dilakukan oleh juru kampanye Prabowo ini, yang disupport total oleh timsesnya yang lain. Meskipun selanjutnya terbukti hoaks, tapi banyak masyarakat yang masih belum menyadari hal ini akibat masif dan kreatifnya timses Prabowo dalam menyebarkan hoaks ini,” katanya lebih lanjut di Kebumen, Kamis (25/04/2019).

Ditegaskan Imam, hoaks ini salah satu instrumen nyata yang membuka potensi hoaks-hoaks yang lain di saat pilpres dan pasca pilpres. Ia pun berharap, aparat yang berwajib agar benar-benar jeli atas potensi ini.

“Faktanya sudah pernah ada. Jadi potensi lainnya tentu terbuka. Dalam tradisi masyarakat, seseorang yang suka bohong dan menebarkan fitnah itu kebiasaan yang sulit berubah. Jadi apakah semudah itu berubah tak menyebarkan hoaks?” kata Imam.

Dikatakan Imam juga, selain memproduksi hoaks, sejumlah oknum dari timses 02 juga secara nyata menjual agama dengan mengajarkan ajaran agama dengan sesat. Ia mencontohkan, seperti salah satu petinggi MUI yang aktif mempromosikan 02. Dikatakannya, ustadz ini pernah menyesatkan umat soal tasrif tentang kata “kafir”. Meskipun nyata salah tapi ustadz ini hingga saat ini tak meminta maaf kepada publik.

Sehingga Imam pun berharap agar masyarakat cerdas tidak mudah terpengaruh isu yang dibangun oleh timses dari sejumlah oknum. Termasuk isu kecurangan KPU dan isu lainnya agar tak begitu saja dipercaya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *